Rabu, 25 November 2009

Friedrich Nietzsche




Friedrich Wilhelm Nietzsche (lahir di Röcken dekat Lützen, 15 Oktober 1844 – meninggal di Weimar, 25 Agustus 1900 pada umur 55 tahun) adalah seorang filsuf Jerman dan seorang ahli ilmu filologi yang meneliti teks-teks kuno.
 
Kehidupan
 
Friedrich Nietzsche dilahirkan di kota Röcken, di wilayah Sachsen. Orang tuanya adalah pendeta Lutheran Carl Ludwig Nietzsche (1813-1849) dan istrinya Franziska, nama lajang Oehler (1826-1897). Ia diberi nama untuk menghormati kaisar Prusia Friedrich Wilhelm IV yang memiliki tanggal lahir yang sama. Adik perempuannya Elisabeth dilahirkan pada 1846. Setelah kematian ayahnya pada 1849 dan adik laki-lakinya Ludwig Joseph (1848-1850) keluarga ini pindah ke Naumburg dekat Saale.
 
Filosofi
 
Filsafat Nietzsche adalah filsafat cara memandang 'kebenaran' atau dikenal dengan istilah filsafat perspektivisme. Nietzsche juga dikenal sebagai "sang pembunuh Tuhan" (dalam Also sprach Zarathustra). Ia memprovokasi dan mengkritik kebudayaan Barat di zaman-nya (dengan peninjauan ulang semua nilai dan tradisi atau Umwertung aller Werten) yang sebagian besar dipengaruhi oleh pemikiran Plato dan tradisi kekristenan (keduanya mengacu kepada paradigma kehidupan setelah kematian, sehingga menurutnya anti dan pesimis terhadap kehidupan). Walaupun demikian dengan kematian Tuhan berikut paradigma kehidupan setelah kematian tersebut, filosofi Nietzsche tidak menjadi sebuah filosofi nihilisme. Justru sebaliknya yaitu sebuah filosofi untuk menaklukan nihilisme [1] (Überwindung der Nihilismus) dengan mencintai utuh kehidupan (Lebensbejahung), dan memposisikan manusia sebagai manusia purna Übermensch dengan kehendak untuk berkuasa (der Wille zur Macht).

Selain itu Nietzsche dikenal sebagai filsuf seniman (Künstlerphilosoph) dan banyak mengilhami pelukis modern Eropa di awal abad ke-20, seperti Franz Marc, Francis Bacon,dan Giorgio de Chirico, juga para penulis seperti Robert Musil, dan Thomas Mann. Menurut Nietzsche kegiatan seni adalah kegiatan metafisik yang memiliki kemampuan untuk me-transformasi-kan tragedi hidup.
 
Kutipan
  • "Saya bukan seorang manusia, saya adalah sebuah dinamit!"
  • "Yang penting bukanlah kehidupan kekal (das ewige Leben), melainkan kekal-nya 'yang menghidupkan' (die ewige Lebendigkeit)! "
  • "Tuhan sudah mati"
Karya
Karya-karya Nietszche yang terpenting adalah:
1872 - Die Geburt der Tragödie (Kelahiran tragedi)
1873-1876 - Unzeitgemässe Betrachtungen (Pandangan non-kontemporer)
1878-1880 - Menschliches, Allzumenschliches (Manusiawi, terlalu manusiawi)
1881 - Morgenröthe (Merahnya pagi)
1882 - Die fröhliche Wissenschaft (Ilmu yang gembira)
1883-1885 - Also sprach Zarathustra (Maka berbicaralah Zarathustra)
1886 - Jenseits von Gut und Böse (Melampaui kebajikan dan kejahatan)
1887 - Zur Genealogie der Moral (Mengenai silsilah moral)
1888 - Der Fall Wagner (Hal perihal Wagner)
1889 - Götzen-Dämmerung (Menutupi berhala)
1889 - Der Antichrist (Sang Antikristus)
1889 - Ecce Homo (Lihat sang Manusia)
1889 - Dionysos-Dithyramben
1889 - Nietzsche contra Wagner
 
Karya The Birth of Tragedy · On Truth and Lies in a Nonmoral Sense · The Untimely Meditations · Hymnus an das Leben · Human, All Too Human · The Dawn · The Gay Science · Thus Spoke Zarathustra · Beyond Good and Evil · On the Genealogy of Morality · The Case of Wagner · Twilight of the Idols · The Antichrist · Ecce Homo · Nietzsche contra Wagner · The Will to Power (posthumous)

Konsep Apollonian and Dionysian · Eternal return · Free will · God is dead · Herd instinct · Last man · Master-slave morality · Nietzschean affirmation · Perspectivism · Ressentiment · Transvaluation of values · Tschandala · Übermensch · World riddle · Will to power
 
Terkait    Works about Nietzsche · Comparison with Kierkegaard · Influence and reception of Nietzsche · Nietzsche-Archiv · Nietzsche Music Project · Relationship with Max Stirner 

 
Catatan kaki
^ nihilisme di sini juga dipahami sebagai 'kedatangan kekal yang sama (atau dalam terminologi Nietzsche : 'die Ewige Wiederkehr des Gleichen') yang merupakan siklus berulang-ulang dalam kehidupan tanpa makna berarti di baliknya seperti datang dan perginya kegembiraan, duka, harapan, kenikmatan, kesakitan, ke-khilafan, dan seterusnya...
 
 

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar