Kamis, 20 Januari 2011

HUKUM PERWAKILAN (WAKALAH) DALAM ISLAM



Hukumnya diperbolehkan.
…pengurus-pengurus zakat…” (At Taubah 60)
…Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu…” (Al Kahfi 19)

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda kepada Unais, “Pergilah hai Unais, kepada wanita tersebut. Jika ia mengakui perbuatannya, rajamlah dia.” (HR Bukhari)

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda kepada Jabir, “Jika engkau bertemu dengan wakilku maka mintalah darinya 15 wasaq dan jika ia meminta tanda darimu maka letakkan tanganmu di tulang selangkangmu.” (HR Abu Daud dan Daruquthni. Sanadnya hasan dan sebagian redaksinya ada di shahih Bukhari).

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam mengutus Abu Rafi’ dan salah seorang dari Anshar untuk menikahkan beliau dengan Maimunah binti Al Harits dan ketika itu beliau di Madinah. Beliau mewakilkan keduanya melangsungkan pernikahan untuk beliau. (HR Malik)

Hukum-hukumnya :
  • Wakalah sah dengan adanya izin.
  • Wakalah sah pada hak-hak manusia, dan pada hak-hak Allah yang diperbolehkan seperti memisahkan harta zakat atau haji.
  • Diperbolehkan untuk verifikasi hukuman dan melaksanakannya. Para fuqaha Hanafiah mensyaratkan orang yang diwakili harus hadir.
  • Wakalah tidak sah untuk ibadah-ibadah yang tidak bisa diwakili. Juga tidak sah untuk kasus il’an, dzihar, sumpah, nadzar dan kesaksian.
  • Orang yang diwakilkan untuk jual beli, tidak boleh melakukan jual beli untuk untuk pribadi, keluarga atau orang-orang yang ita tidak boleh menjadi saksi bagi mereka. Wakil itu seperti mudzarib, penerima wasiat, hakim dan pengelola wakaf.
  • Wakil tidak wajib menggantu apa yang hilang atau rusak, jika ia tidak teledor atau tidak sengaja. Jika ia teledor atau sengaja maka wajib mengganti.
  • Orang yang diwakilkan membeli sesuatu, tidak boleh membeli yang lain.
  • 8. Wakalah boleh disertai upah, upah dan waktunya harus ditentukan.
Maraji’ :
  • Al Jawi, Shiddiq. Kerjasama Bisnis (Syirkah) Dalam Islam. Majalah Al Waie 57
  • An Nabhani, Taqiyuddin. 1996. Membangun Sistem Ekonomi Alternatif. Surabaya: Risalah Gusti.
  • Abu Bakr Jabr Al Jazairi, Ensiklopedia Muslim, Minhajul Muslim, Penerbit Buku Islam Kaffah, Edisi Revisi, 2005.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar